Jumat, 06 Oktober 2017

empu (pande besi) kalibening

Kangen bunyi tung,,tang,,ting,,,tung,,,tang,,,ting terus bersahutan sepanjang pagi, siang hingga sore. Suaranya pun nyaring terdengar di tengah hiruk-pikuk aktifitas warga pedesaan di dukuh rawan banurejo, desa sikumpul kecamatan kalibening, Banjarnegara.
Di tempat tersebut, satu persatu besi mapun baja lempengan, disulap menjadi berbagai macam alat tradisional yang digunakan warga oleh seorang pandai (perajin) besi. Alat-alat yang dihasilkan seperti golok, kayul, pencong, cangkul dan lainnya.
Mungkin tak banyak yang tahu jika di dukuh rawanbbanurejo, pada era 60-an sampai 90-an, menjadi sentra pandai besi. Namun seiring kemajuan zaman, keberadaan penempa besi pun semakin berkurang dan menyisakan satu tempat saja, karena tidak ada generasi penerus.
“Seiring kemajuan zaman, pekerjaan seperti ini tidak lagi banyak dilirik. Kalah saing dengan peralatan pertanian modern, maka satu persatu pandai besi gulung tikar. Dari lima tempat pandai besi yang ada, kini hanya menyisakan satu perajin yang bertahan dengan peralatan seadanya. Saya adalah anak empu sebut saja pak Jirno yg pada masa itu lumayan terkenal karena peralatan buatannya cukup kuat dan tahan lama. Bahkan pesanan tidak hanya wilayah kalibening bahkan dari karanganyar, doro kab. Pekalongan pun ada yg sudi untuk membeli. Pandai besi di wilayah kalibening cuma ada di dukuh rawan. Ada satu di pasar kalibening itupun empu dari dukuh rawan banurejo. Namun keberadaan mereka saat ini terancam punah. Banyaknya alat rumah tangga dari besi buatan pabrik besar menggeser peran pandai besi.
Dari satu pandai besi yang masih tersisa di dusun ini, tidak setiap hari beroperasi. Hal ini dikarenakan banyak faktor. Di antaranya dengan hadirnya traktor sawah, yang membuat petani tidak lagi mencangkul. Akibatnya, pesanan cangkul pun terus berkurang. Bahan baku yg susah dan mahal menambah beban tersendiri para empu.
“Dahulu dalam satu hari, kita bisa membuat 7-10 pucuk cangkul. Kini membuat satu cangkul dalam seminggu saja sudah beruntung. Hal ini tentu saja menyebabkan berkurangnya pendapatan,
Faktor lain yang membuat satu persatu pandai besi punah di dukuh rawan banurejo karena tidak adanya alih generasi. Karena berkurangnya minat orang untuk bekerja menjadi pandai besi. Utamanya kalangan generasi muda. Sehingga tidak ada regenerasi untuk profesi semacam ini.
“Karena jaman terus berubah, pandai besi kini bergeser dari pembuat alat menjadi tukang memperbaiki alat. Kalau alat yang dimiliki sesorang rusak, baru mereka pergi ke pandai besi untuk memperbaiki.


Bersambung,,,,,,,,

Selasa, 14 Februari 2017

PERATURAN PARKIR KOMPLEK


KETENTUAN PENEMPATAN/PARKIR MOBIL NON WARGA
DI LINGKUNGAN PERUMAHAN BANURAJO INDAH RT 04 RW 27
DESA SIKUMPUL KECAMATAN KALIBENING

Bahwa sesuai hasil kesepakatan warga RT 04 pada rapat tanggal ………………... 2017, pada prinsipnya Warga RT 04 mengizinkan warga masyarakat yang bukan merupakan warga RT      04/RW 27 Perumahan banurejo indah (Non Warga) untuk menempatkan/memarkir Mobilnya di pinggir jalan komplek RT 04, dengan kewajiban membayar kontribusi pemeliharaan jalan lingkungan RT 04.
Adapun syarat dan ketentuan penempatan/parkir Mobil di area jalan komplek wilayah RT
04 bagi
Non Warga sebagaimana dimaksud di atas, adalah sebagai berikut :
1.      Pemilik mobil bersedia membayar sumbangan pemeliharaan jalan lingkungan RT 04 sebesar Rp. 250.000,- (duaratus lima puluh ribu)/bulan, yang akan dibayarkan kepada Pengurus RT 04 Paling lambat tanggal 7 setiap bulannya.

2.      Bahwa penempatan Mobil Non Warga tersebut agar memperhatikan dan mengutamakan hak dan kepentingan RT 04 dan atau Warga RT 04.

3.      Penempatan Mobil di lokasi yang diijinkan Pengurus RT 04 dan tidak mengganggu akses dan mobilitas kendaraan warga RT 04.

4.      Pemilik kendaraan menyadari dan memahami sepenuhnya bahwa keamanan dan keselamatan Mobil tersebut adalah sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemilik Mobil.
Pemilik Mobil wajib melaporkan jenis dan nomor kendaraan kepada Pengurus RT 04.

5.      Sebelum meninggalkan Mobilnya, Pemilik Mobil wajib memastikan Mobilnya diparkir dan ditinggalkan dalam kondisi aman (terkunci). Kunci Mobil dibawa dan disimpan Pemilik Mobil.

6.      Pengurus RT 04 tidak bertanggungjawab atas segala kerusakan dan kehilangan Mobil yang ditempatkan/diparkir di area jalan komplek di lingkungan RT 04 tersebut. Pemilik Mobil tidak akan menuntut Pengurus RT 04, baik perdata maupun pidana, apabila terjadi kerusakan dan/atau kehilangan Mobil sehubungan dengan penempatan/parkir Mobil di area jalan komplek di wilayah RT 04 berdasarkan ketentuan ini.

7.      Pengurus berhak sewaktu-waktu menghentikan izin penempatan Mobil sebagaimana dimaksud dalam ketentuan ini apabila area tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan RT 04 sendiri (Taman dan atau sarana lainnya), dengan tetap memperhatikan hak Pemilik Mobil sesuai ketentuan pada butir 1 di atas.


Demikian ketentuan ini dibuat Pengurus RT 04/RW27 dan disetujui sepenuhnya oleh Pemilik Mobil.

Depok,    Februari 2017
Menyetujui                                                      Pengurus RT 04
Pemilik Mobil                                                                                      Ketua


……………………………………